Pengikut
Senin, 27 Januari 2014
Meramal Masa Depan
Suatu hari seorang peramal bertanya kepada seorang laki-laki yang mendatanginya untuk diramal masa depannya. Ia bertanya mengapa laki- laki tersebut begitu tertarik ingin mengetahui masa depannya.
Minggu, 26 Januari 2014
PERLUNYA PERJUANGAN
Seorang pria menemukan kepompong ngengat dan membawanya
pulang untuk melihatnya menetas. Suatu hari ada celah muncul, dan untuk
beberapa saat ngengat kecil itu berjuang, tapi ia tidak bisa memaksakan
badannya untuk melewati titik tertentu.
Menganggap ada sesuatu yang tidak beres, pria itu mengambil gunting dan
menggunting sebagian kepompong yang tersisa. Ngengat itu kemudian keluar dengan
mudahnya, badannya besar dan bengkak, sayapnya kecil dan kusut.
Pria itu berharap dalam beberapa jam lagi sayap ngengat itu akan berkembang
dalam keindahan alamiahnya, tapi ternyata hal itu tidak terjadi. Ngengat itu
tidak berkembang menjadi makhluk yang terbang secara bebas melainkan harus
melata menyeret tubuhnya yang bengkak dan sayap yang kusut.
Kepompong yang menjepit dan perjuangan yang dibutuhkan untuk keluar dari
celahnya yang kecil merupakan jalan Tuhan untuk mendorong cairan dari tubuh ke
dalam sayap. Pengguntingan yang berdasarkan "belas kasihan"
itumsebenarnya merupakan hal yang kejam. Perjuangan merupakan sesuatu yang
sebenarnya kita semua butuhkan.
CARA AGAR BAHAGIA
Mencari Rahasia Kebahagiaan
Seorang pemilik toko menyuruh anaknya pergi mencari rahasia
kebahagiaan dari orang paling bijaksana di dunia. Anak itu melintasi padang
pasir selama empat puluh hari, dan akhirnya tiba di sebuah kastil yang indah,
jauh tinggi di puncak gunung. Di sanalah orang bijak itu tinggal.
"Namun ketika dia memasuki aula kastil itu, si anak muda bukannya
menemukan orang bijak tersebut, melainkan melihat kesibukan besar di dalamnya:
para pedangang berlalu-lalang, orang-orang bercakap-cakap di sudut-sudut, ada
orkestra kecil sedang memainkan musik lembut dan ada meja yang penuh dengan
piring-piring berisi makanan-makanan paling enak di belahan dunia tersebut. Si
orang bijak berbicara dengan setiap orang dan anak muda itu harus menunggu
selama dua jam. Setelah itu, barulah tiba gilirannya.
"Si orang bijak mendengarkan dengan seksama saat anak muda itu menjelaskan
maksud kedatangnnya, namun dia mengatakan sedang tidak punya waktu untuk
menjelaskan rahasia kebahagiaan. dia menyarankan anak muda itu melihat-lihat
sekeliling istana, dan kembali kesini dua jam lagi.
"Sementara itu, aku punya tugas untukmu,'kata si orang bijak.
Diberikannya pada si anak muda sendok teh berisi dua tetes minyak. 'Sambil kau
berjalan-jalan bawa sendok ini, tapi jangan sampai minyaknya tumpah.'
"Anak muda itu pun mulai berkeliling-keliling naik turun sekian banyak
tangga istana, sambil matanya tertuju pada sendok yang dibawanya. Setelah dua
jam, dia kembali ke ruangan tempat orang bijak itu berada.
"Nah,'kata si orang bijak,'apakah kau melihat tapestri-tapestri Persia
yang tergantung di ruang makanku? Bagaimana dengan taman hasil karya ahli taman
yang menghabiskan sepuluh tahun untuk menciptakannya? Apa kau juga melihat
perkamen-perkamen indah di perpustakaanku?'
"Anak muda itu merasa malu. Dia mengakui bahwa dia tidak sempat melihat
apa-apa. Dia terlalu terfokus pada usaha menjaga minyak di sendok itu supaya
tidak tumpah.
"Kalau begitu, pergilah lagi berjalan-jalan, dan nikmatilah keindahan-
keindahan istanaku,'kata si orang bijak. 'Tak mungkin kau bisa mempercayai
seseorang, kalau kau tidak mengenal rumahnya.'
"Merasa lega, anak muda itu mengambil sendoknya dan kembali menjelajahi
istana tersebut, kali ini dia mengamati semua karya seni di langit-langit dan
tembok-tembok. Dia menikmati taman-taman, gunung- gunung di sekelilingnya,
keindahan bunga-bunga, serta cita rasa yang terpancar dari segala sesuatu di
sana. Ketika kembali menghadap orang bijak itu, diceritaknnya dengan mendetail
segala pemandangan yang telah dilihatnya.
'Tapi di mana tetes-tetes minyak yang kupercayakan padamu itu?' tanya si orang
bijak.
"Si anak muda memandang sendok di tangannya, dan menyadari dua tetes
minyak itu sudah tidak ada.
"Nah, hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan untukmu,'kata orang
paling bijak itu. 'Rahasia kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal
menakjubkan di dunia ini, tanpa pernah melupakan tetes-tetes minyak di sendokmu
Sabtu, 25 Januari 2014
BAGI PEMARAH
Bagi yang suka marah baca baik-baik yach sob.
Alkisah, seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu di sore hari. Kebiasaan si tukang kayu, membiarkan sebagian peralatan kerjanya masih berserakan dan tidak merapikannya.
Nah ketika ular itu berjalan kesana kemari di dalam gudang, tanpa sengaja ia merayap di atas gergaji.
Tajamnya mata gergaji, menyebabkan perut ular terluka. Tapi ular beranggapan gergaji itu menyerangnya.
Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.
Serangan itu menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.
Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya.
Ia pun membelit kuat gergaji itu. Maka tubuhnya terluka amat parah dan akhirnya ia pun mati..
Kadangkala, di saat kita marah, kita ingin melukai orang lain. Tapi sesungguhnya tanpa disadari, yang dilukai adalah diri kita sendiri.
Mengapa? Karena perkataan dan perbuatan di saat marah adalah perkataan dan perbuatan yang biasanya akan kita sesali di kemudian hari..
Mari, kita sama-sama belajar untuk tidak marah (atau setidaknya mampu meredakan marah) terhadap situasi buruk yang mungkin kita alami.
Langganan:
Komentar (Atom)